Merenungkan Arti Kasih Dalam Keluarga Kristen

by admin

in Kasih

Untuk pembaca setia renungan harian Kristen SabdaHarian.com yang mengenal internet maka Facebook bukanlah nama asing lagi, bukan? Di website Facebook ada yang disebut dengan tombol “Home/Beranda” yang berfungsi untuk kembali ke halaman awal akun kita. Jadi setelah memperbaharui foto, catatan, dan lain-lain maka dengan hanya menekan tombol Home (rumah) maka kita balik ke tampilan awal Facebook milik kita. Sama seperti di dunia nyata, maka “rumah” memiliki arti sebagai tempat tujuan untuk beristirahat setelah lelah melakukan kegiatan sehari-hari. Oleh karenaya ada ungkapan Home Sweet Home yg kurang lebih berarti “seburuk” apapun bangunan rumahku namun aku tetap merasa betah tinggal di sana karena ada Kasih di dalam rumahku.

Tetapi apa jadinya bila kondisi rumah tak seperti Home Sweet Home? Dalam artian, hubungan antara anggota di rumah tak sehangat dan seharmonis yg Tuhan ajarkan bagi anak-anakNya? Suami mulai lupa bagaimana harus mengasihi istri, istri teledor merawat suami dan anak-anak, anak mulai melawan ajaran orang tua dan lain sebagainya. Tentu bukan “rumah” seperti itu yang kita harapkan, bukan? Namun, bila hal seperti itu terjadi dalam “rumah” kita maka ada beberapa kunci pokok yang patut direnungkan kembali.

1. Kasih, seperti dalam 1 Kor. 13:13. Hanya Kasihlah perekat antara suami istri dalam satu pernikahan dalam sebuah keluarga. Kasih harus mampu menjaga keharmonisan keluarga. Kasih tidaklah egois tapi saling berbagi dalam keadaan susah maupun senang.

2. Iman. Hanya dengan iman maka kita memiliki pengharapan dan saling percaya. Berdoa bersama, membaca dan merenungkan Firman dalam keluarga, membicarakan Kasih Tuhan lewat diskusi ringan dan santai, pergi ke gereja dengan setia adalah beberapa contoh untuk membangun dan menguatkan iman kita.

3. Disiplin dan tanggung jawab. Mengajarkan hal baik haruslah diawali sejak dini dan harus terus menngkat sesuai perjalanan waktu. Mendisiplinkan diri sendiri sebagai orang tua yang rajin ke gereja, berdoa atau melakukan teladan yang baik tentunya akan sangat besar berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya jiwa anak-anak bila dibandingkan dengan mengajarkan/menyuruh mereka melakukan sesuatu semisal harus ke gereja setiap Minggu padahal kita sendiri sebagai orang tua jarang ke persekutuan di hari Minggu.

Semoga dengan membaca renungan tentang Kasih ini akan membawa kita untuk belajar kembali menata dan meningkatkan kualitas Kasih dalam keluarga dan rumah kita. Amin.

Previous post:

Next post: