Janji Pernikahan Adalah Ikrar Mengasihi Untuk Selamanya

by admin

in Rumah Tangga

Saat menulis renungan ini, saya teringat masa dimana dulu pernah mengucapkan janji pernikahan di gereja. Disaksikan oleh sidang jemaat setempat dan dipimpin oleh pendeta, prosesi pernikahan yang telah dipersiapkan selama kurang lebih 6 bulan itupun berlangsung dengan baik dalam waktu hanya tidak lebih dari 2 jam saja. Lega rasanya telah melaksanakan ikatan suci di depan jemaat Allah, meski dilakukan dengan cara sederhana namun tak meninggalkan unsur khidmat selama acara berlangsung.

janji_pernikahanProsesi pernikahan di gereja memang umumnya tak berlangsung lama namun dalam waktu yang singkat tersebut ada tanggung jawab yang harus tetap dijunjung dan ditaati oleh setiap pasangan suami istri Kristiani sampai akhir hidup mereka. Janji untuk mengasihi dalam kondisi suka dan duka atau malang dan untung adalah bukan sekedar janji di bibir saja namun harus dipahami dengan benar bahwa setiap pasangan/pengantin yang mengucapkan itu bukan hanya sekedar didengarkan oleh pendeta dan jemaat, tapi itu adalah janji suci di hadapan Tuhan lewat ibadah pernikahan.

Dalam perjalanan berumah tangga, kerap kali terjadi ketidakcocokan antara suami dan istri. Semua sifat-sifat asli pasangan terbuka dengan jelas dan itu biasanya terlewatkan/tidak nampak pada saat berpacaran dulu. Bertengkar akibat perbedaan pendapat pasti terjadi di setiap kehidupan rumah tangga. Bahkan tak jarang pula, banyak pasangan Kristen sampai melakukan perceraian akibat ketidakmapuan mengatasi pergumulan rumah tangga yang sedang mereka hadapi.

Perbedaan pendapat antara suami dan istri selama menjalani hidup berumah tangga adalah hal yang biasa terjadi sebab pada intinya hidup berumah tangga adalah melatih kemampuan menerima dan memberi, sejauh mana suami/istri dapat mentolerir sifat-sifat pasangan mereka, menerima kekurangan pasangan, mensyukuri kelebihan pasangan adalah pilar utama menjaga keutuhan rumah tangga. Dan ketika rumah tangga kita mengalami pergumulan berat maka jangan pernah melupakan janji nikah kita dulu, ingatlah bahwa seperti cincin perkawinan yang tak memiliki ujung, maka cinta kasih suami istri selayaknyalah menggambarkan kasih kepada pasangannya sampai akhir masa akhir hidup kita.

Previous post:

Next post: