Arti Penderitaan Kristen Dalam Kehidupan

by admin

in Ketaatan

Sebagai orang Kristen, hidup kita pasti tidak terlepas dari kesulitan dan penderitaan. Memang tingkat penderitaan setiap orang itu berbeda-beda, tetapi penghiburan dan kekuatan Firman Tuhan yang diajarkan oleh Paulus bisa diaplikasikan ke semua kita. Ketika kesulitan dan penderitaan itu datang kepada kita, iblis sering menggunakan kesempatan ini untuk menggoda dan menuduh kita. Iblis menyerang kita sehingga membuat kita ragu akan kasih, kebaikan, dan pertolongan Tuhan. Paulus menghibur kita bukan dengan menidurkan atau menggunakan obat di luka kita melainkan dengan menyatakan kebenaran Firman Tuhan. Penderitaan itu tidak seharusnya membuat kita meragukan Allah dan kasih-Nya. Kalau penderitaan dan kesakitan itu kita alami karena ketaatan kita kepada Kristus dan menjalankan perintah-Nya, itu justru menandakan dengan pasti bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Yohanes 15 mengingatkan kita bahwa Kristuslah yang terlebih dulu dibenci dunia sehingga dunia juga akan membenci kita yang adalah anak-anak Allah. Begitu juga kalau dunia menganiaya Yesus Kristus, kita sebagai pengikutnya juga akan dianiaya. Kalau kita dianiaya karena Kristus, ini sekali lagi menunjukkan kalau kita benar-benar di dalam Kristus. Kita tidak bisa dipersatukan dengan Kristus tanpa menerima perlakuan yang Kristus sendiri alami. Kristuslah kepala dan kita adalah badan, kalau Kristus mengalami penganiayaan kita juga harus mengalami perlakukan yang sama dengan Kristus, tidak bisa tidak. Yesaya 53 dengan sangat jelas menggambarkan penderitaan Kristus di dunia ini.

Jangan mengira bahwa setelah kita menjadi orang Kristen, menjadi anak-anak Allah maka hidup kita bebas dari segala macam penderitaan dan kesulitan

Kalau kita hidup mengikuti jalan Tuhan kita pasti tidak lepas dari penderitaan. Di dalam kitab Matius (5:12) dikatakan: “Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu”. Ketika kita menderita karena Kristus, Tuhan Yesus pun mensejajarkan kita dengan para nabi yang juga dianiaya oleh orang yang melawan Tuhan. Hal ini lebih lagi mengkonfirmasi akan penderitaan karena Kristus sebagai tanda anak-anak Allah.

Paulus juga mengatakan bahwa dia membawa tubuh kematian Kristus setiap hari. Di dalam Kisah Para Rasul juga dituliskan bahwa para rasul setelah memikul salib, menyangkal diri dan mewartakan Kristus kepada semua orang pun langsung dianiaya. Kalau kita adalah anak-anak Tuhan, panggilan untuk menderita itu berarti juga untuk kita. Tidak bisa kita mengatakan bahwa orang Kristen sudah hidup di dalam Kristus lalu tidak mau mengalami penderitaan, penderitaan karena nama-Nya sudah menjadi satu ‘paket’. Tentu kita bukan mencari-cari penderitaan dan kesulitan melainkan karena ketaatan kita kepada Tuhan, memberitakan Injil Tuhan, hidup sesuai kehendak Tuhan yang melawan dunia ini maka kita menderita. Dalam hal ini kalau kita tidak menderita, justru itu menjadi tanda tanya besar apakah kita adalah anak-anak Tuhan yang mengikuti perintah dan cara hidup yang diajarkan Alkitab. Penderitaan karena Kristus adalah tanda bahwa kita milik Tuhan.

Artikel Renungan Harian Kristen tersebut dapat dicari dengan kalimat:

Previous post:

Next post: