Kasih Bukanlah Sebuah Beban Kehidupan

by admin

in Kasih

Pembaca SabdaHarian.com kekasih Kristus, belajar melakukan perintah Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari nampaknya bukanlah hal mudah untuk dilakukan padahal kita sekalian tahu bahwa inti ajaran Kristiani adalah Kasih dan keselamatan. Sering kali kita mendengar khotbah bahwa harus mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri namun kenyataannya kita tak mungkin 100% bisa melakukannya dengan benar. Jangankan mengasihi orang lain yang tak kita kenal, mengasihi orang terdekat misalnya anggota keluarga yang tinggal serumahpun terkadang beberapa orang mengalami masalah dalam hal ini.

Kristus Yesus pernah berkata,”Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”. Coba renungkan sejenak, Yesus yang adalah Tuhan, mau merendahkan diriNya dan menjelma menjadi manusia biasa. Ahli Taurat bahkan menuduhNya sebagai penyesat dan bersepakat jahat untuk mengusir Dia. Puncaknya ialah Yudas, sang murid itu menyerahkan Kristus untuk dihakimi oleh orang-orang yang seharusnya menghormatiNya sebagai utusan Allah yang hidup! Dan akhirnya lewat proses peradilan ketika itu, Yesus Kristus harus disalibkan sama seperti pelaku kriminal padahal tak seorangpun dapat membuktikan bahwa Dia benar-benar bersalah menurut tuduhan para tetua Yahudi.

Lewat pengorbananNya di kayu salib itulah bukti bahwa Kasih Allah SEMPURNA untuk manusia berdosa seperti saya dan Anda. Lalu bagaimana seharusnya kita membalas Kasih Sempurna itu dalam kehidupan sehari-hari? Bahkan tak jarang dari kita belum memiliki pemahaman atau sulit memahami pengertian mengasihi orang lain seperti Kristus mengasihi sahabat-sahabatNya dengan tanpa syarat. Hal demikian terjadi karena dalam hati kecil, kita belum pernah “disentuh” oleh perasaan dikasihi seperti itu walaupun telah puluhan tahun menjadi orang Kristen.

kasih_tanpa_syaratDalam renungan tentang Kasih hari ini, kita diingatkan sekali lagi bahwa merelakan/merasakan Kristus mengasihi kita dengan segenap hati dalam konteks penyalibanNya yang rela menjadi korban untuk penebusan dosa kita adalah hal terbaik yang telah kita terima dalam kehidupan ini. Lalu dengan demikian dalam perjalanan hidup sehari-hari, mata hati kita lebih terbuka untuk melihat sesama manusia sebagai orang-orang yang “harus” menerima Kasih kita dengan tak melihat latar belakang sosial ekonomi mereka. Ini memang berat untuk dilakukan, namun percayalah jika kita tekun, setia dan berlatih disiplin untuk melakukannya maka Tuhan Yesus Kristus akan semakin memampukan kita berbuat lebih baik di waktu yang akan datang. Amin.

Artikel Renungan Harian Kristen tersebut dapat dicari dengan kalimat:

Previous post:

Next post: