Rencana Tuhan Untuk Umat Kristen

by admin

in Hikmat

Seorang pemuda bertanya apa artinya memuliakan Tuhan? Dan sang pendeta membuat sebuah kesimpulan pendek dengan menjawab pendek yakni “ingin menyenangkan Tuhan seumur hidup kita”. Lalu pendeta meneruskan danegan memberikan contoh lain: Ayah kita yang telah berkorban begitu banyak bagi kita, menyekolahkan kita ke sekolah favorit. Mungkin ayah tidak kaya, tapi berjuang keras untuk mencari uang. Mungkin dia hanya tidur 4 – 5 jam sehari, dengan maksud agar anaknya mendapat pendidikan yang bermutu di sekolah terbaik. Mungkin ayah kita telah menyelematkan kita beberapa kali dari kesulitan dalam hidup. Ayah yang menasehati lewat email, BBM atau telepon bahwa dia hanya memiliki persediaan uang selama tiga tahun untuk membiayai sekolah kita dan kita harus lulus tepat waktu. Karena setelah itu ia tidak punya uang lagi dan kita harus mulai mencari pekerjaan dan bekerja untuk mencari penghasilan sendiri agar mandiri. Jangan menghamburkan uang, jangan hidup sembarangan, jangan sampai gagal. Kita sudah tahu ayah mempunyai rencana seperti itu, lalu pendeta tanya ke pemuda tersebut “Engkau berani main-main sekolah? Engkau berani sembarangan hidup? Hidup bebas dan menghancurkan hidup dan masa depanmu? Dugem, narkoba dan seks bebas, beranikah engkau?” Pemuda itupun terdiam sebab seketika itu dia mulai membayangkan perjuangan ayahnya untuk membuatnya menjadi “orang”, iapun lalu menyadari bahwa betapa kasih sayang dan perhatian ayahnya selama ini telah luput dari perenungannya sampai hari ini.

…jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!

rencana_tuhan_untuk_umat_kristenCerita diatas biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari atau bahkan kita sendiri sebagai orang tua maupun anak melakukannya saat sekarang ini. Sebuah rencana matang yang mungkin saja itu bisa gagal berantakan tanpa sempat melihat apakah tujuan semula telah berhasil dicapai atau tidak. Namun yang ingin ditengahkan dalam renungan hari ini adalah betapa bapa ragawi kita ingin memberikan yang terbaik agar kita dapat mandiri di waktu akan datang apalagi Bapa di surga, tentu Dia sangat mengerti kebutuhan kita! Bapa surgawi yang rela menyerahkan anak-Nya untuk mati bagi kita. Ia mempunyai rencana yang besar, bukan hanya untuk hidup kita, namun bagi seluruh ciptaan. Seluruh ciptaan menunggu dan akan dibebaskan dari “kesengsaraan” dunia ini, dan mendapat bagian kemuliaan yang Tuhan sediakan bagi anak-anak-Nya, diperbaharui seluruh ciptaan-Nya. Biarlah cerita ini memberikan visi kehidupan, kesadaran dan tanggung jawab sebagai umat Kristiani. Tuhan memberkati kita, amin.

Previous post:

Next post: