Kisah Natal – Kesaksian Seorang Penderita Kanker Ovarium

by admin

in Cerita Nyata

Kisah kesaksian natal berikut ini adalah sebuah kisah nyata tentang jalan hidup seorang Kristiani yang memiliki iman yang sangat luar biasa ketika didiagnosis menderita kanker ovarium. Dia adalah Wendi Marvanne, ibu dari Rhema Marvanne (8 tahun) seorang penyanyi lagu rohani cilik yang memiliki talenta luar biasa dan sangat terkenal di Amerika Serikat namun mungkin belum bagitu dikenal di Indonesia.

Wendi Marvanne adalah sosok wanita Kristen yang amat tegar ketika menghadapi serangan penyakit kanker ovarium. Ketegaran hati bukanlah hal yang mudah ditemukan dalam diri seseorang apalagi saat melawan sakit yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya. Namun Wendi tetap menunjukkan teladan iman kepada suami, anak tunggalnya Rhema Marvanne dan orang disekitarnya bahwa apa yang dia alami bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan.

Usaha medis standar untuk penyembuhan kanker ovariumnya dijalaninya agar mendapatkan kesembuhan dari sakitnya, bertahun-tahun Wendi harus berjuang untuk menahan rasa sakitnya, menjalani kemoterapi dan operasi angkat rahim dilaluinya agar dapat terbebas dari penyakit mematikan itu. Namun tak ada keluhan keluar dari bibirnya, mengapa aku harus menanggung semua penderitaan ini?

Singkat cerita, Wendi Marvanne akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan kanker ovariumnya, namun tahukah kita bahwa ada sebuah pelajaran berharga dari kisah nyata ini? Yaitu tetap kukuh berdiri di dalam iman! Apapun yang sedang dihadapi! Kita tak dapat hanya mau bersyukur saat Yesus Kristus memberikan berkat jasmani dan rohani yang membuat bahagia/senang namun mulai menggerutu, berkeluh kesah, putus asa dan menyalahkan Allah ketika datang pencobaan. Beberapa minggu sebelum dia meninggal dan kembali ke pangkuan Bapa di surga, Wendi berkata kepada suaminya bahwa Rhema Marvanne adalah anugerah terbesar dan paling indah dalam hidupnya, Rhema tak dapat disamakan dengan sakit ovariumnya, Rhema adalah mukjizat yang luar biasa!

Kisah Wendi mirip seperti apa yang pernah dialami oleh Ayub saat menderita sakit tanpa tahu sebabnya mengapa sakit itu menimpa dirinya. Namun dari saksi-saksi iman tersebut kiranya mengingatkan kita sekalian pembaca setia renungan Sabdaharian.com bahwa ada maksud tertentu yang ingin Allah nyatakan dalam kehidupan kita. Tegar dan tetaplah bersyukur bahwa Allah mengijinkan kemalangan yang menimpa untuk mendewasakan iman kita. Tuhan memberkati.

“Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk ?” – Ayub 2:10

Cuplikan talenta Rhema Marvanne dalam sebuah video:

Previous post:

Next post: