Renungan Menjelang Hari Natal

by admin

in Cerita Nyata

Beberapa hari ke depan seluruh umat Kristen di seluruh dunia akan menyambut perayaan kelahiran Yesus Kristus yang jatuh pada 25 Desember. Kesibukan menjelang Natal telah mulai dapat dirasakan sejak memasuki bulan Desember bahkan beberapa bulan sebelumnya terutama di gereja-gereja yang sibuk untuk persiapan Natal seperti membentuk unit kerja kecil (panitia) yang harus mencari dana, mempersiapkan acara perayaan Natal dan lain sebagainya.

Esensi Hari Natal

Namun kali ini, admin Sabdaharian.com ingin mengajak pembaca setia sekalian untuk merenungkan sedikit tentang arti Natal yang sebentar lagi kita rayakan bersama. Sebab bukan tak mungkin karena kesibukan acara di gereja maupun persiapan Natalan di rumah mampu menyita waktu kita sekalian untuk sekedar merenungkan arti kedatangan sang Mesias ke dunia.

Berikut ini adalah cerita Natal yang admin ambil dari cahayapengharapan.org dan mudah-mudahan dapat menjadi sumber inspirasi.

Dua hari sebelum Natal, Michelle dengan berat hari berbelanja ke toko dekat rumahnya. Sebagai seorang ibu tunggal yang harus membesarkan 5 anak sendirian, hidupnya terasa berat. Ia hanya mempunyai $35 dan kartu ATM-nya sudah diblokir. Tetapi ia tahu Natal sangat penting bagi anak-anak. Ia berusaha untuk membeli bahan-bahan makanan yang murah untuk menyiapkan hidangan Natal yang sederhana bagi keluarganya.
Di meja kasir terkumpul belanjaannya – kentang, sayuran, daging asinan dan beberapa keperluan untuk membuat hidangan pencuci mulut bagi anak-anaknya yang kecil. Total yang harus dibayarnya, $85.24. Ia coba menggunakan kartu ATM-nya. Seperti yang diduga, kartunya ditolak. Di belakangnya antrian sudah panjang dan banyak muka-muka yang sudah tidak sabar lagi. Ia mengigit bibirnya dan berusaha untuk menahan air matanya dari menetes. Anak bungsunya yang berumur dua tahun mulai merengek sambil menarik-narik lengan bajunya.

Michelle mulai mengurangi barang belanjaannya, daging asin dikembalikan ke dalam keranjang. Air matanya mulai menetes. Dia merasa malu. Tiba-tiba seorang wanita muda yang berdiri di belakangnya menepuk-nepuk bahunya. Di waktu yang bersamaan, kasir mengembalikan barang belanjaannya sambil berkata, “Hari ini Anda beruntung”. Michelle kaget, “Apa?”. Kasir menganggukkan kepala kepada wanita cantik yang berbusana merah yang tadinya menepuk bahu Michelle, dan berkata, “Sudah dibayar oleh ibu itu.” Michelle tidak tahu harus berkata apa dan memandang padanya dan berkata, “Terima kasih.” Wanita berbaju merah itu berkata, “Tak masalah, saya juga pernah mengalami waktu-waktu sulit. Selamat Natal.”

Sang kasir, Cynthia Pousinho berkata, “Kami semua merasa terharu. Wanita yang berbelanja itu (Michelle) menangis, teman saya yang membantu mengepak barang belanjaan turut menangis. Tetapi wanita yang membayar itu tidak menganggap apa yang dilakukannya sesuatu yang luar biasa. Ia hanya berkata, “Saya tahu bagaimana rasanya, dan menyodorkan selembar $100.”
Michelle merasa bahwa ia seperti sedang bermimpi. “Saya terkejut dan terharu. Hal-hal seperti ini tidak terjadi. Saya berpikir, “Memang Tuhan ada. Saya harap wanita itu tahu betapa berartinya apa yang telah dia lakukan buat kami. Kami sangat menghargai apa yang telah ia lakukan.”

Kristus lahir untuk memberi Kasih dan Pengharapan kepada dunia

Selamat Hari Natal. Tuhan memberkati kita sekalian.

Artikel Renungan Harian Kristen tersebut dapat dicari dengan kalimat:

Previous post:

Next post: