Tips Menghindari dan Menghadapi Sebuah Kegagalan

by admin

in Hikmat

Sebagai seorang Kristiani tentulah kita memiliki tujuan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sejak usia dini (masa sebelum sekolah), kita diajarkan oleh orang tua untuk bangun pagi setiap hari, tujuan orang tua mendidik kedisiplinan bangun pagi adalah supaya saat memasuki usia sekolah, kita (sewaktu kanak-kanak) sudah terbiasa bangun pagi dan tidak bermalas-malasan. Ajaran orang tua seperti itu pada akhirnya akan bermuara kepada sebuah kondisi supaya anak-anak mereka memiliki bekal (yaitu kedisiplinan dan kebiasaan) yang baik untuk menyambut kehidupannya kelak. Belajar berdisiplin sejak dini adalah salah satu bagian/cara mencapai suatu tujuan atau cita-cita.

Kedisplinan amat diperlukan ketika seseorang ingin menggapai cita-citanya. Proses meraih cita-cita adalah sebuah perjalanan waktu dimana hanya ada 2 kondisi akhir dalam perjalanannya yaitu keberhasilan dan kegagalan.  Berikut adalah sedikit ulasan yang mungkin dapat menjadi bahan untuk direnungkan saat berusaha menggapai sebuah tujuan.

Di tahun 2013 ini misalnya, kita berkeinginan untuk menjadi pengikut Kristus yang lebih taat, lebih sabar, lebih rendah hati, lebih peduli kepada sesama, lebih bersukacita dalam Tuhan, atau apalah keinginan kita agar pada akhirnya kita bisa menjadi anak-anak Allah yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Bertekad untuk memulai suatu kebiasaan yang baik atau menghentikan kebiasaan yang buruk tidak akan berhasil bila kita mempunyai motivasi yang kuat. Seperti yang tertulis dalam Yohanes 15:5,  “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Disamping Filipi 4:13 memberitahu kita, “Segala sesuatu dapat aku lakukan lewat Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Tekad Anda bisa berhasil hanya jika Allah menjadi fokusnya dan Anda berkomitmen total untuk melakukannya. Karena jika memang kehendak Allah untuk sesuatu digenapi, Ia akan membantu Anda untuk menggenapinya. Sekiranya tekad kita itu tidak sesuai dengan firman Tuhan dan tidak memuliakan Tuhan, kita tidak akan pernah menerima pertolongan Tuhan di dalam melakukannya. Jadi, sebagai orang Kristen, apa yang harus diperbuat? Berikut adalah beberapa saran yang mungkin dapat membantu. gambar_arti_kegagalan

  • Berdoalah kepada Tuhan untuk hikmat (Yak.1.5) untuk melihat apakah ada yang Allah mau Anda lakukan di hari yang baru.
  • Berdoalah untuk hikmat agar Anda mengetahui bagaimana menggenapi tujuan yang telah Allah berikan.
  • Mengandalkan pada kekuatan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
  • Carilah dukungan ( dari suami/istri/saudara/teman atau lainnya) di mana Anda bisa berbagi tentang keinginan/cita-cita/harapan Anda dimana mereka mau menolong/mendorong Anda.
  • Jangan putus asa dengan kegagalan, melainkan biarlah kegagalan itu menjadi motivasi untuk Anda melangkah lebih jauh.
  • Janganlah menjadi sombong atau bermegah diri, tapi berikanlah kemuliaan bagi Allah. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.

Apapun yang terjadi pada diri kita, akan tetap menjadi sesuatu yang menguatkan kita bila kita tidak mengijikannya untuk melemahkan diri kita

Artikel Renungan Harian Kristen tersebut dapat dicari dengan kalimat:

Previous post:

Next post: