Renungan Tentang Arti Ketaatan

by admin

in Hikmat

Para murid telah kembali menekuni rutinitas pekerjaannya sehari-hari yaitu sebagai penjala iklan. Yang ada dalam pikiran mereka, kematian Yesus Kristus adalah akhir dari semuanya sehingga satu-satunya cara untuk melanjutkan hidup adalah kembali menekuni pekerjaan sebagai nelayan. Kematian Sang Pemimpin telah membuat para murid mengalami disorientasi (kehilangan tujuan hidup).

Penampakan Yesus di danau Tiberias adalah sebuah rencana Allah agar para murid kembali menemukan tujuan hidup mereka yaitu kembali mengingat panggilan sebagai murid-murid justru saat Sang Guru tidak lagi bersama-sama dengan mereka secara ragawi.

Hal pertama yang dilakukan Yesus Kristus untuk menemukan kembali orientasi hidup para murid adalah menunjukkan kuasa pemerintahanNya. Jala yang diperintahkan untuk ditebarkan ke sebelah kanan perahu, ketika dituruti menghasilkan tangkapan ikan yang banyak. Ini artinya, ketaatan menjadi hal pertama (dan penting) yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Ketaatan dalam hal melakukan perintah Tuhan.

Hal kedua adalah tahap mempersiapkan diri. Yesus mengajak mereka untuk berkumpul dan melakukan sarapan. Secara keilmuan, sebuah studi menunjukkan bahwa sarapan akan membantu menjaga kosentrasi, metabolisme dan kesehatan. Sarapan adalah jam makan terpenting dalam satu hari.

Ajakan Yesus untuk sarapan nampaknya seperti hal sepele. Namun dari hal yang sepertinya remeh itu, sebuah pekerjaan besar yaitu awal dibangunnya kehidupan setiap hari untuk melakukan tugas pelayanan dengan setia. Sebuah tahap persiapan diri secara pribadi agar mampu menjalankan tugas dengan lebih baik.

Sering sebagai seorang Kristiani, kita mengalami keputusasaan. Tak mampu lagi berpikir dengan jernih dan mengingat tujuan kehidupan yang pernah kita impikan. Bahkan banyak orang Kristen di masa kesedihan, kelemahan fisik (sakit) atau psikis tidak ingin berpikir, bergembira dan sampai menolak untuk makan. Padahal cara itu justru menyebabkan orang mejadi semakin tenggelam dalam kesedihan dan berakibat tujuan hidupnya menjadi kacau.

Dalam renungan harian ini, kita sekalian diingatkan dan diajak untuk mengawali setiap aktivitas sehari-hari dengan hal kecil/remeh namun penting yaitu tetap setia melakukan hal-hal kecil yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan setiap hari.

Ajarlah kami, Tuhan, memfokuskan hidup dalam tuntunan KasihMu

Previous post:

Next post: