Perkataan Dapat Membangun Iman Kristen

by admin

in Iman

Perkataan Dapat Membangun Iman Kristen. Dalam renungan harian Kristen hari ini, penulis ingin mengajak para pembaca untuk merenungkan arti perkataan yang kita keluarkan dapat memiliki nilai positf dan negatif dalam kaitan membangun iman Kristen. Secara sengaja atau tidak, pastilah setiap orang Kristen, termasuk diri kita, pernah mengeluarkan perkataan yang melemahkan iman orang lain yang seiman dengan kita. Ketidaksengajaan itu terjadi disebabkan oleh suasana hati kita yang sedang tidak “mood” sehingga perkataan kasar, ketus, judes dan sebagainya secara tak sengaja keluar dari mulut kita. Tak hanya kepada orang lain, perkataan tak membangun iman atau melemahkan iman itupun seringkali kita ucapkan kepada keluarga kita sendiri.

Hendaklah kamu melakukan segala sesuatu baik perbuatan maupun perkataan hanya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Perkataan yang tidak membangun iman biasanya terjadi oleh karena kita belum mampu untuk menguasai diri dan terbawa emosi sehingga respon negatif kita lakukan ketika menghadapi sebuah masalah, padahal bila dipikirkan dengan akal sehat dan ketenangan hati maka sebenarnya masalah tersebut bukanlah hal genting (besar) dan dapat diselesaikan dengan baik.

Memang kita bukanlah manusia ciptaan Allah yang sempurna, yang mampu berkata dengan kelemahlembutan sepanjang hidup kita. Apalagi bila sifat dan karakternya adalah mudah marah dan tak dapat mengendalikan emosi maka akan jauhlah titik ideal untuk menjadi orang Kristen yang penuh kasih, sabar, lemah lembut dan mengasihi. Tapi meski demikian, sifat-sifat dan karakter yang jauh dari Kasih tersebut bukanlah alasan pembenar untuk mentolerir perkataan dan perbuatan yang kita lakukan. Justru ketika telah menjadi manusia baru -yang telah mengenal Allah yang benar melalui Kristus Yesus- harus mau meninggalkan kebiasaan, sifat dan karakter yang tak sejalan dengan Kasih yang telah Tuhan ajarkan. Menjadi semakin sempurna seperti Yesus dalam perbuatan dan perkataan harusnya menjadi perilaku baru kita dan bukannya tetap bermegah dengan sifat, karakter dan “emosi” kita. [Perkataan Dapat Membangun Iman Kristen].

Previous post:

Next post: