Hidup Untuk Berbuah Dalam Kristus

by admin

in Berkarya,Refleksi

Bacaan renungan Kristen hari ini, Yohanes 15: 1-8. “Setiap ranting padaku yang tidak berbuah, dipotongNYA dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNYA, supaya ia lebih banyak berbuah.” (ayat 2).

Tetangga saya memiliki halaman yang ditanami dengan salak pondoh. Memelihara jenis tanaman berbuah ini haruslah sabar dan telaten. Dibersihkan, disirami dan diberi pupuk agar nanti dapat berbuah lebat. Setiap sore, tetangga saya tersebut selalu merawat tanaman salaknya, dipotongnya ranting-ranting yang sudah tua agar nanti pertumbuhan ranting muda tak mengalami hambatan. Iseng-iseng, saya pernah mencoba untuk membantunya memotong ranting/daun salak yang sudah tua, ternyata saya harus berhati-hati karena daun salak memiliki duri tajam yang bila tertusuk pasti terasa sakit dan dapat berdarah. Ternyata memelihara pohon salak bukanlah pekerjaan mudah.

Dalam bacaan renungan hari ini, kita diajak untuk merenungkan sejenak arti cerita yang terkandung dalam perikop tersebut. Gereja (termasuk di dalamnya diri kita) adalah kumpulan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Dan Kristus mewajibkan agar di dalam hidup orang-orang yang percaya dapat menghasilkan buah. Dalam kaitan cerita di atas, apalah artinya memiliki sebuah pohon salak tapi dia tak pernah menghasilkan buah sama sekali. Pohon salak itu pasti akan ditebang/dibuang oleh pemiliknya dan akan diganti dengan pohon lain yang lebih menghasilkan.

Hidup kita bisa diibaratkan sebagai pohon yang dapat menghasilkan buah. Artinya harus ada yang dihasilkan selama kita hidup. Buah-buah tersebut haruslah bermanfaat untuk orang lain dan memuliakan namaNYA. Betapa celakanya kita bila tak menghasilkan buah sama sekali karena itu tentu akan mendukakkan hati Allah.

Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang kudus dan berkenan kepada Allah. Berbuahlah yang lebat dalam tuntunan Tuhan Yesus Kristus

Artikel Renungan Harian Kristen tersebut dapat dicari dengan kalimat:

Previous post:

Next post: