Hukum Tabur Tuai Menurut Iman Kristen

by admin

in Nasihat Bijak,Renungan Tentang Hidup

Hukum tabur tuai menurut iman Kristen adalah sebuah perkara sebab akibat yang terjadi dalam kehidupan Kekristenan baik secara jasmani maupun rohani. Orang yang berbuat jahat akan mendapat hukuman atas perbuatannya dan sebaliknya orang yang berbuat baik tentu akan mendapatkan penghargaan atau paling tidak hidupnya akan baik-baik saja. Ini bila dikaitkan dengan perkara jasmani. Sedangkan bila dalam kehidupan rohani, ada banyak kisah nyata yang tercatat dalam Alkitab berkaitan dengan hal ini, misal saja orang-orang beriman teguh mendapatkan berkat dan damai sejahtera dari Allah. Begitu banyak kesaksian iman dalam Alkitab yang mengungkapkan tentang saksi-saksi iman yang telah hidup teguh beriman kepada Allah mendapatkan kekuatan ilahi yang berasal dari Allah.

Allah adalah adil, meski Dia Maha Pengampun namun bukan berarti Allah membiarkan orang-orang jahat terus dapat berbuat jahat seenaknya. Kesabaran Allah sering disalahartikan sebagai kesempatan untuk melakukan kesalahan (dosa) terus menerus, tidak mau instropeksi diri, tidak mau bertobat, mengakui kesalahan dan kembali ke jalan yang benar. Mata hati mereka tertutup dengan kenikmatan untuk terus berbuat dosa sambil mungkin berkata,”Ah, aku masih muda, umurku masih panjang, nanti-nanti saja kalau sudah tua aku akan bertobat.” Begitu sombongnya hati mereka, seolah merekalah yang dapat menentukan umur mereka sendiri.

IA sabar namun bila kita tidak bertobat dan berhenti berbuat dosa maka suatu saat kita akan menerima upah atas kejahatan kita

Orang yang bijak adalah orang yang senantiasa berjaga-jaga atas hari kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya. “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” -” (Matius 24:42). Peringatan apakah yang diberikan oleh Kristus sehingga kita tidak merasa terkejut saat kejadian besar ini? Ada dalam Alkitab,“ “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” – (Lukas 21:34-36).

Jadi tak ada akibat tanpa sebab, kurang lebih dapat disamakan artinya dengan hukum tabur tuai ini, bila kita menaburkan hal-hal baik maka yang dituai adalah kemuliaan. Disisi lain, upah untuk para pendosa adalah hukuman kekal dari Allah. Mana yang menjadi pilihan kita?

Previous post:

Next post: