Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri Dalam Keluarga Kristen

by admin

in Rumah Tangga

Pada hari ini saya merasa memiliki kewajiban untuk menulis renungan harian dengan tema tentang apa sebenarnya yang menjadi tanggung jawab suami Kristen terhadap istrinya dalam sebuah keluarga Kristen. Keinginan menulis renungan singkat ini didasarkan pada banyaknya kasus perselingkuhan yang terjadi di sekitar lingkungan saya, intinya adalah banyak orang percaya kepada Tuhan di jaman sekarang ini yang tidak menghargai arti kesucian pernikahan Kristen sehingga dia lupa tanggung jawab kepada istri bahkan keluarganya.

Hal Penting Berkaitan Dengan Tugas dan Kewajiban Suami Kristen Yang Baik

Ada beberapa pokok renungan penting untuk para suami, saya dan saudara para suami sekalian, bila mengacu kepada Firman Tuhan yang terdapat dalam Efesus 5:25, 28-30 dan ayat 33 yaitu:

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya…,   demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri : Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat…, karena kita adalah anggota tubuhNya. ….bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri…”

Dalam perikop bacaan di atas ada 1 hal penting yaitu teladan Kasih Kristus kepada jemaat (gereja/kumpulan orang percaya) yang harus dijadikan patokan para suami Kristen saat memperlakukan (mengasihi) istri mereka. Mengasihi isteri bukan hanya sekedar memberi uang belanja sebulan gaji tanpa memperhatikan keperluan lain dari sang istri misalnya membantu membereskan pekerjaan membersihkan rumah, atau ikut menyiapkan anak-anak ketika mereka akan pergi ke sekolah, atau menjadi pendengar yang baik terhadap keluhan istri dalam hal apapun, atau sekedar memberi pujian atas masakan istri yang telah dengan susah payah disiapkan untuk suami, atau berusaha selalu mesra di setiap kesempatan setiap hari atau hal-hal lainnya adalah contoh-contoh kecil kewajiban, sekali lagi kewajiban seorang suami yang baik, terhadap istri dalam kehidupan pernikahan Kristen.

Kristus telah memberi teladan bagaimana DIA mengasihi gereja dan menurut perikop pembacaan di atas maka teladan itulah yang harus ditiru dan dikerjakan oleh seorang suami kepada istrinya. Lebih tegas lagi dijelaskan bahwa kasihilah istrimu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri, sebuah perintah yang memiliki makna mendalam, sebuah pesan penting untuk para suami. Jika suami Kristen mengasihi istrinya sebagaimana seharusnya, maka ia akan bertanggung jawab menyediakan kebutuhan, mempedulikan, menghormati, menolong, memberi dorongan, dan meluangkan waktu untuk istrinya. Bila tak sanggup bertanggung jawab mengasihi istrinya, maka suami itu berada dalam kelemahan iman dan menjadi penghalang jawaban atas doa-doanya, sebab ada tertulis: “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai (kaum) yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang” (1 Petrus 3:7).

Tentunya, dalam sebuah pernikahan Kristen takkan pernah lepas dari konflik dan pertengkaran. Tetapi, melalui komitmen ( janji pernikahan) dan perkembangan buah-buah roh dalam kehidupan, maka para suami Kristen dapat lebih memperhatikan tugas dan kewajibannya sebagai seorang kepala rumah tangga, mengasihi istri, mengasihi anak-anak dan terus bertumbuh menjadi makin dewasa dalam iman untuk menjadi serupa dengan Kristus yang senantiasa mengasihi gerejaNYA, amin!

Previous post:

Next post: