Hidup Benar Dalam Iman Kepada Kristus

by admin

in Iman

Perikop bacaan hari ini Mazmur 36:1-13. Nas emas, “Lanjutkanlah kasih setiaMu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilanMu bagi yang tulus hati!” (ayat 11).

Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Filipi bahwa tuhan orang fasik adalah “perut” mereka, maksudnya ialah perut disamaartikan dengan hawa nafsu yang lebih mengutamakan kepentingan kedagingan daripada mementingkan Tuhan yang benar. Daud, penulis kitab Mazmur, menegaskan bahwa dosa adalah tuhan orang fasik. Bagi mereka, dosa telah menjadi bagian dalam kehidupan sehingga rencana, pikiran, perkataan, sikap dan tindakannya dipengaruhi dosa yang akhirnya melahirkan dosa pula. Maka tidak salah bila orang fasik adalah hamba dosa.

Dalam renungan hari ini, pemazmur mengajak kita sekalian bahwa betapa beruntungnya orang-orang yang memiliki Allah dengan sebutan Yahweh (Tuhan) karena Yahweh adalah setia dan kasih setiaNya tak terbatas sekaligus Dialah sumber kehidupan.

Menjalani kehidupan sehari-hari, sebagai manusia lemah, sering dengan mudahnya kita salah arah oleh sebab pengaruh dunia yang menebarkan kegembiraan dengan tampilan indah dan memikat hati. Tak sedikit anak-anak Tuhan, jatuh ke dalam perbuatan dosa akibat daya pikat dunia yang memang benar-benar sangat kuat menarik perhatian orang percaya, seperti saya dan Anda. Namun masalahnya adalah ada kehidupan lain setelah kematian ragawi yaitu kehidupan kekal dimana hanya ada 2 pilihan saja setelah kematian yaitu hidup dalam sukacita surga atau menderita dalam siksa neraka yang tak pernah berakhir.

Sebagai anak-anak Allah yang telah menyatakan iman kepada Kristus, maka hari ini kita sekalian diingatkan untuk kesekian kalinya bahwa janganlah bertindak sembarangan dan tidak menyelamatkan waktu dengan baik. Intinya adalah bertindak sembrono, acuh tak acuh terhadap kebenaran Firman Tuhan dalam menjalani kehidupan sehari-hari dapat berakibat kepada penghukuman kekal. Apakah ini yang kita pilih? Tentu saja tidak, bukan? Setiap perkataan dan perbuatan harus dipertanggugjawabkan di tahta pengadilan Allah kelak. Oleh karenanya, hidup dalam kebenaran Allah dan menjauhkan diri dari sikap fasik adalah bukti nyata iman yang benar kepada Kristus. Itulah inti jawaban iman kita yang harus diwujudkan dalam kehidupan nyata sehari-hari, Tuhan memberkati Saudara!

Previous post:

Next post: