Makna Mengucap Syukur Dalam Keluarga Kristiani

by admin

in Refleksi

Bilamana ucapan syukur yang tulus diungkapkan oleh orang-orang Kristen? Apakah setiap waktu? Semoga saja demikian. Namun yang jelas, bukan hanya pada saat ia merasakan pertolongan Tuhan atau ketika doanya dijawab Tuhan. Sebab bisa saja terjadi dimana keadaan hidupnya menjadi kacau balau, tantangan muncul silih berganti, maka ia tidak lagi mengucap syukur namun mengeluh dan bersungut-sungut. Dalam keadaan seperti itu, maka seringkali kita juga “sempat” kehilangan pegangan dan seolah-olah merasa bahwa “tak ada” Tuhan dalam kehidupan kita yang mau mendengar kesesakan hidup yang sedang dihadapi.

Nyanyikanlah Mazmur bagi Tuhan, hari orang-orang yang dikasihiNYA dan persembahkanlah syukur kepada namaNYA yang kudus – Mazmur 30:5

Penulis kitab Mazmur merasa aman karena merasa bahwa Allah berkenan kepadanya sehingga dalam kegembiraannya ia berkata, “Aku takkan goyah selama-lamanya”. Di dalam Tuhan tidak ada kekuatan yang bisa menggoyahkannya. Namun apa jadinya bila Tuhan menjauh darinya maka pastilah hidupnya akan sengsara karena Tuhan tidak dekat dengan dirinya.

Sebagai orang-orang yang telah memperoleh keselamatan, hendaknya kita juga berusaha berlaku sama seperti apa yang telah dilakukan oleh Pemazmur dalam menjalani kehidupannya. Memuji dan memuliakan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keadaan suka maupun malang, adalah sebuah tindakan yang Tuhan inginkan supaya kita melakukannya. Seberat apapun penderitaan, tantangan, kesulitan dan problem kehidupan yang sedang dihadapi saat ini bukanlah tandingan bila dibandingkan dengan Kasih Allah yang telah memberi keselamatan dan janji kehidupan kekal. Yang hanya perlu kita lakukan sebagai orang percaya adalah menghitung berkat Tuhan setiap hari dan jangan pernah menyerah terhadap masalah kehidupan. Menyadari bahwa Tuhan Yesus lebih besar daripada masalah hidup kita merupakan kunci jawaban untuk mengatasi kesulitan hidup, kiranya Tuhan memberkati Saudara!

Previous post:

Next post: