Antara Kasih Karunia, Iman dan Perbuatan

by admin

in Hikmat

Allah memberikan Kasih Karunia yang Agung kepada kita bukan tanpa alasan. Allah menyediakan Kasih KaruniaNYA kepada setiap orang namun tentunya tidak semua manusia dapat memahami Kasih Allah tersebut dengan imannya. Mengapa tak semua orang bisa memiliki Kasih tersebut? Itu adalah misteri Ilahi. Yang jelas, sebagai anak-anak Allah yang telah menjadi bagian dari keluarga Kerajaan Surgawi maka kita wajib untuk mensyukurinya karena kita dapat beriman kepada Kristus bukanlah atas usaha kita namun semuanya berasal dari Allah sendiri. Bukan kita yang memilih Allah namun Allah sendirilah yang memilih dan menghendaki kita menjadi anak-anakNYA untuk mendapatkan kehidupan bahagia di dunia dan menerima janji hidup kekal di surga.

Kita diselamatkan oleh karena iman. Iman kepada Kristus Yesus adalah sarana untuk seseorang untuk mendapatkan kehidupan kekal. Tak mungkin seseorang mendapatkan upah Kerajaan Surga bila dia tidak menyakini dengan iman bahwa Kristuslah sang Juruselamat dunia. Seperti yang tertulis dalam surat Paulus untuk jemaat di Roma, “Dan Kasih Karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas suatu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman tetapi penganugerahan Karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran” – Roma 5:16.

Jadi saya dan Anda sekarang telah memiliki iman tersebut oleh sebab dengan keteguhan hati kita berani menyatakan bahwa hanya Dialah sang penebus dosa manusia. Untuk selanjutnya adalah menjadi tugas dan kewajiban kita untuk menjaga iman tersebut dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang sejalan dengan kehendak Allah. Allah adalah Allah yang penuh Kasih Karunia namun sekaligus Dia adalah Allah yang adil. Dia pasti memberikan ganjaran hukuman kepada setiap orang yang tidak percaya kepadaNYA sebab Dia adalah Adil dan akan memberikan kehidupan kekal untuk anak-anak yang dikasihiNYA.

Suatu hari aku akan berdiri di depan Tahta PengadilanMU untuk memberi pertanggungjawaban atas hidupku. Betapa bahagianya hatiku saat mendengar jawabMU, “Bagus sekali perbuatanmu itu.”

Previous post:

Next post: